Jakarta, 14 Agustus 2026 – Presiden Prabowo Subianto menyapa puluhan ribu massa pendukung yang menggelar aksi damai “Jaga dan Bela Prabowo” di sepanjang Jalan Gerbang Pemuda, Jakarta Pusat, Jumat (14/8).
Momen tersebut
berlangsung setelah Prabowo menyampaikan pidato mengenai Rancangan
Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) 2027 dan
Nota Keuangan di Gedung DPR RI.
Massa telah memadati kawasan
Gerbang Pemuda sejak pagi. Mereka datang dari berbagai organisasi dan
latar belakang, termasuk pedagang, petani, serta kelompok pendukung
Prabowo, serta kader dan simpatisan Partai Gerindra.
Aksi itu
digelar untuk mengawal rangkaian agenda kenegaraan Presiden, mulai dari
Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI pada pagi hari
hingga penyampaian RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan pada sore hari.
Massa
baru berangsur meninggalkan lokasi setelah kendaraan Presiden melewati
barisan masyarakat yang berjejer di sepanjang Jalan Gerbang Pemuda.
Sebelum rombongan Prabowo melintas, sejumlah menteri Kabinet Merah Putih
terlebih dahulu melewati kawasan tersebut secara bergantian.
Koordinator
Aksi Jaga dan Bela Prabowo, Aiman Adnan, mengatakan kehadiran massa
merupakan bentuk dukungan masyarakat dalam menjaga mandat rakyat yang
diemban Presiden Prabowo.
“Jadi hari ini kami dari berbagai
instrumen, dari berbagai organisasi turun ke jalan untuk memastikan
menjaga mandat rakyat,” kata Aiman.
Menurutnya, menjaga
pemerintahan Presiden Prabowo memiliki arti yang sama dengan menjaga
kepentingan Indonesia. Ia menilai arah kebijakan yang dijalankan
pemerintah telah sejalan dengan amanat konstitusi.
“Jadi kami
turun ke sini untuk menjaga mandat rakyat. Kami jaga Prabowo, sama
artinya dengan menjaga Indonesia. Kita tahu, hari ini apa yang dilakukan
Bapak Prabowo telah sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945,” ujarnya.
Aiman
menjelaskan, aksi damai itu juga bertujuan memberikan dukungan moral
agar Presiden semakin bersemangat menjaga kedaulatan Negara Kesatuan
Republik Indonesia.
“Itulah yang ingin kami jaga. Kami ingin
menyemangati Bapak Prabowo. Kami ingin memastikan semangat Bapak Prabowo
berlipat ganda untuk menjaga kedaulatan negara kesatuan Republik
Indonesia,” tuturnya.
Melalui aksi tersebut, massa ingin
menyampaikan pesan bahwa Presiden dan pemerintahannya tidak berjalan
sendiri. Aiman menyebut masyarakat siap memberikan dukungan agar
Indonesia mampu berdiri di atas kekuatannya sendiri.
“Oleh karena
itu, kami turun ke jalan menyemangati. Kami ingin memberi pesan bahwa
Bapak Prabowo tidak sendirian. Bapak Prabowo bersama pemerintahnya tidak
sendirian,” ucap Aiman.
“Kami, rakyat Indonesia, terus mendukung beliau untuk memastikan bahwa negara ini bisa berdiri di atas kaki sendiri,” lanjutnya.
Dukungan
massa, kata Aiman, juga diarahkan terhadap berbagai program
pemerintahan Prabowo yang dinilai menyentuh kebutuhan masyarakat. Ia
menyebut Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, Kampung
Nelayan Merah Putih, dan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari kebijakan
pro rakyat yang perlu dikawal.
“Kami mendukung segala program
Bapak Prabowo, mulai dari Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah
Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, Sekolah Rakyat, semua prorakyat. Dan
kami sampaikan kepada siapapun yang ingin merongrong, ingin merongrong
pemerintahan bahwa kami bersama Bapak Prabowo akan siap melawan,”
tegasnya.
Di tengah aksi tersebut, Aiman turut mengajak
masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi provokatif, terutama
yang disebarkan melalui media sosial. Ia meminta publik menjaga
persatuan dan tidak terpecah oleh kepentingan pihak-pihak tertentu.
“Kami
juga ingin menyampaikan kenapa kami turun ke jalan, bahwa kami ingin
memberi pesan Bapak Ibu untuk tidak mudah terprovokasi. Kepada rakyat
Indonesia jangan mau diprovokasi. Sekarang ini para mafia, para cukong
yang terganggu bisnisnya, yang terganggu curiannya berusaha untuk
memprovokasi bangsa melalui sosial media dan sebagainya,” katanya.
Ia
menilai upaya menjaga persatuan bangsa tidak dapat hanya dibebankan
kepada pemerintah. Masyarakat juga perlu terlibat, bergabung, dan
bersatu untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Maka
ini harus kita lawan sama-sama. Kita tidak bisa membiarkan pemerintah
sendiri. Kita harus bergabung, bersatu, menjaga persatuan negara,
kesatuan Republik Indonesia,” ujar Aiman.
Aiman memperkirakan
hampir 30 ribu orang mengikuti aksi damai tersebut. Jumlah itu berasal
dari berbagai kelompok yang berkumpul untuk menyuarakan dukungan kepada
Presiden Prabowo.
“Massa hari ini kami saja ini hampir 10 ribu.
Jadi total mungkin kurang lebih hampir 30 ribu orang turun ke jalan
untuk bersama-sama, bersatu padu, menyuarakan pesan-pesan bahwa Bapak
Prabowo tidak sendirian, menjaga Prabowo sama dengan menjaga Indonesia,”
pungkasnya. Rill/Red

0Komentar