TUG7Tfz8TUA7GpYpTUYlGUYpBY==

Breaking News:

00 month 0000

Aktivis Soroti Polemik Dugaan Penculikan Presiden Venezuela, Indonesia Diminta Perkuat Keamanan Nasional

Lk
Font size:
12px
30px
Print

Lala Komalawati Aktivis Indonesia

Jakarta, inewsindonesia.com - Aktivis Indonesia, Lala Komalawati, menanggapi polemik internasional terkait dugaan penculikan Presiden Venezuela yang memicu ketegangan politik dan keamanan global. 

Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi alarm keras bagi seluruh negara berdaulat, termasuk Indonesia, tentang pentingnya menjaga stabilitas dan kedaulatan nasional di tengah dinamika geopolitik dunia.

Lala menilai, dugaan penculikan terhadap kepala negara bukan hanya persoalan domestik suatu negara, tetapi juga mencerminkan ancaman nyata terhadap tatanan hukum internasional dan prinsip kedaulatan negara.

“Jika seorang presiden dapat menjadi target penculikan, maka ini menandakan adanya celah serius dalam sistem keamanan negara. Indonesia harus menjadikan kasus Venezuela sebagai pelajaran penting agar peristiwa serupa tidak pernah terjadi di tanah air,” ujar Lala dalam keterangannya, Kamis (08/01).

Ia menegaskan, Indonesia memiliki posisi strategis secara geopolitik dan politik internasional, sehingga berpotensi menjadi sasaran berbagai bentuk ancaman, baik konvensional maupun non-konvensional.

Langkah yang Harus Dilakukan Indonesia

Menurut Lala Komalawati, ada sejumlah langkah konkret yang perlu dilakukan pemerintah Indonesia untuk menjaga keamanan nasional:

- Memperkuat sistem pengamanan VVIP dan simbol negara, khususnya Presiden dan Wakil Presiden, dengan pendekatan intelijen yang adaptif dan berbasis teknologi.

- Meningkatkan sinergi antar lembaga keamanan, seperti TNI, Polri, BIN, dan instansi terkait agar tidak terjadi ego sektoral.

- Memperkuat deteksi dini ancaman, baik dari aktor negara maupun non-negara, termasuk ancaman siber, spionase, dan infiltrasi asing.

- Menjaga stabilitas politik dalam negeri, karena instabilitas internal sering menjadi pintu masuk intervensi eksternal.

- Aktif dalam diplomasi internasional, untuk mendorong penghormatan terhadap hukum internasional dan kedaulatan negara.

“Keamanan nasional tidak boleh bersifat reaktif. Negara harus hadir sebelum ancaman itu menjadi nyata. Pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan pasca kejadian,” tegasnya.

Lala juga mengingatkan bahwa keamanan nasional bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi memerlukan kesadaran kolektif seluruh elemen bangsa.

“Kedaulatan negara adalah harga mati. Indonesia harus berdiri tegak, waspada, dan tidak lengah di tengah ketidakpastian global,” pungkas Lala Komalawati. Rill/Red

Baca juga:

0Komentar

ads banner
ads banner