TUG7Tfz8TUA7GpYpTUYlGUYpBY==

Breaking News:

00 month 0000

Masyarakat Narasaosina Serahkan 57 Senjata Api Rakitan ke Polisi, Wujud Komitmen Jaga Perdamaian Adonara Timur

Lk
Font size:
12px
30px
Print

FLORES TIMUR, inewsindonesia.com - Upaya menjaga stabilitas keamanan di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus dilakukan pasca berbagai ketegangan sosial yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. 

Salah satu langkah nyata ditunjukkan masyarakat Desa Narasaosina yang secara sukarela menyerahkan puluhan senjata api rakitan dan senjata tradisional kepada aparat kepolisian.

Penyerahan tersebut dilakukan langsung oleh Kepala Desa Narasaosina, Januarius Tolan, bersama tokoh adat dan masyarakat kepada Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra, Sabtu (16/5/2026).

Dalam kegiatan itu, masyarakat menyerahkan sebanyak 57 pucuk senjata api rakitan, 49 buah busur, 198 anak panah, serta 25 kelongsong peluru rakitan.

Kegiatan penyerahan berlangsung di hadapan sejumlah pejabat kepolisian dan Brimob, di antaranya Wadanyon B Pelopor Satbrimob Polda NTT AKP Antonio Cortereal, Kabag Ops Polres Flores Timur Eduardus Nuru, Kasat Intelkam Polres Flores Timur Taufan D. Adriansyah, dan Kapolsek Adonara Timur IPDA Andreas Peu Lamuri.

Langkah masyarakat Narasaosina tersebut dinilai sebagai sinyal kuat bahwa warga memilih jalur damai dengan mengedepankan penyelesaian persoalan melalui pendekatan persaudaraan dan hukum.

Di tengah situasi sosial yang sebelumnya sempat memanas di wilayah Adonara Timur, penyerahan senjata secara sukarela itu menjadi momentum penting dalam membangun kembali rasa aman di tengah masyarakat.

Kepala Desa Narasaosina, Januarius Tolan, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk komitmen masyarakat untuk menjaga kampung tetap aman dan menghindari konflik berkepanjangan.

Menurutnya, tokoh adat, pemerintah desa, dan masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan generasi muda tidak lagi terjebak dalam kekerasan maupun budaya saling menyerang.

“Yang kami inginkan adalah situasi damai. Persaudaraan harus dijaga. Karena itu masyarakat dengan kesadaran sendiri menyerahkan senjata-senjata ini kepada pihak kepolisian,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra mengapresiasi kesadaran hukum yang ditunjukkan warga Desa Narasaosina.

Ia menyebut langkah tersebut sebagai contoh positif tentang bagaimana keamanan dapat dibangun melalui kesadaran kolektif masyarakat, bukan semata-mata melalui pendekatan penegakan hukum.

“Ini merupakan contoh yang sangat baik tentang bagaimana keamanan dan kedamaian dapat dibangun melalui kesadaran, kepercayaan, dan kebersamaan,” kata Adhitya.

Kapolres juga mengajak masyarakat di wilayah lain yang masih menyimpan senjata api rakitan maupun senjata berbahaya lainnya agar menyerahkannya secara sukarela kepada aparat keamanan.

Menurutnya, keberadaan senjata ilegal di tengah masyarakat sangat berpotensi memicu konflik baru dan mengancam keselamatan warga.

“Kami mengimbau kepada masyarakat yang hingga saat ini masih menyimpan atau menguasai senjata api rakitan maupun senjata berbahaya lainnya agar dengan kesadaran sendiri menyerahkan secara sukarela kepada pihak kepolisian demi keamanan bersama,” ujarnya.

Di sisi lain, pengamat sosial di Flores Timur menilai langkah penyerahan senjata tersebut tidak hanya memiliki makna hukum, tetapi juga menjadi simbol rekonsiliasi sosial di tengah masyarakat Adonara Timur yang selama ini dikenal memiliki ikatan adat dan persaudaraan yang kuat.

Penyerahan senjata secara sukarela itu juga menunjukkan bahwa pendekatan dialog dan pelibatan tokoh adat masih menjadi cara efektif dalam meredam potensi konflik horizontal di wilayah tersebut.

Dengan adanya langkah tersebut, aparat keamanan berharap situasi kamtibmas di Flores Timur, khususnya Adonara Timur, dapat terus kondusif serta membuka ruang perdamaian yang lebih luas di tengah masyarakat.

Semangat persaudaraan yang ditunjukkan warga Narasaosina diharapkan menjadi contoh bagi wilayah lain untuk bersama-sama menjaga Flores Timur tetap aman, damai, dan harmonis. Rill/Red

Baca juga:

0Komentar

ads banner
ads banner