Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, meninjau lokasi sekaligus meresmikan dimulainya pengerjaan ruas jalan Baniona–Kawela–Watodei di Desa Kawela, Kecamatan Wotan Ulumado.

Flores Timur, inewsindonesia.com - Bupati Antonius Doni Dihen menegaskan pembangunan infrastruktur jalan tetap menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Flores Timur meskipun daerah tengah menghadapi tantangan efisiensi anggaran.

Penegasan tersebut disampaikan saat meninjau sekaligus meresmikan dimulainya pengerjaan ruas jalan Baniona–Kawela–Watodei di Desa Kawela, Kecamatan Wotan Ulumado, Rabu (13/5/2026).

Dalam sambutannya, Doni Dihen menyampaikan bahwa kondisi infrastruktur jalan di Flores Timur masih membutuhkan perhatian serius. Berdasarkan data pemerintah daerah, masih terdapat sekitar 318 kilometer ruas jalan dalam kondisi rusak yang memerlukan penanganan secara bertahap.

Meski demikian, menurutnya keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

“Di tengah efisiensi anggaran, pembangunan jalan tetap menjadi prioritas pemerintah daerah. Jalan di Desa Kawela ini menjadi salah satu yang kami prioritaskan karena sangat dibutuhkan masyarakat,” ujar Doni Dihen.

Ia menjelaskan, pada tahap awal pemerintah baru mampu menangani sekitar 940 meter hingga hampir satu kilometer ruas jalan dengan jenis perkerasan hotmix. Walaupun belum mencakup keseluruhan ruas, pembangunan tersebut dinilai sebagai langkah awal penting dalam meningkatkan konektivitas wilayah.

“Walaupun baru hampir satu kilometer, ini adalah awal perubahan yang harus kita syukuri bersama. Pemerintah akan terus berupaya menghadirkan anggaran agar pembangunan ruas jalan lainnya dapat dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang,” katanya.

Pembangunan ruas Baniona–Kawela–Watodei merupakan bagian dari program penanganan infrastruktur jalan Pemerintah Kabupaten Flores Timur Tahun Anggaran 2026.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Flores Timur menjelaskan, pemerintah daerah tahun ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp21 miliar untuk penanganan 12 ruas jalan dengan total panjang mencapai 13 kilometer.

Khusus ruas Baniona–Kawela–Watodei yang memiliki panjang lebih dari 11 kilometer, pekerjaan tahap awal difokuskan pada segmen sepanjang 940 meter hingga satu kilometer. Berdasarkan data Dinas PUPR, masih terdapat sekitar 7,8 kilometer ruas jalan yang membutuhkan penanganan lanjutan dengan estimasi kebutuhan anggaran mencapai Rp27 miliar.

Sementara itu, pihak kontraktor pelaksana, CV Timber Jaya, memastikan pekerjaan akan dilakukan secara maksimal agar selesai lebih cepat dari jadwal kontrak.

Perwakilan perusahaan, Dedi Aryanto, mengatakan proyek yang masa kontraknya berlangsung hingga Oktober 2026 ditargetkan dapat rampung dalam dua bulan ke depan.

“Kami berupaya mempercepat pekerjaan agar masyarakat segera menikmati akses jalan yang lebih baik,” ujarnya.

Pembangunan jalan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Kawela. Kepala Desa Kawela, Stanislaus Lili, mengaku bersyukur karena perbaikan jalan yang selama ini dinantikan akhirnya dapat direalisasikan pemerintah daerah.

Menurutnya, kondisi jalan rusak selama bertahun-tahun menjadi hambatan utama bagi aktivitas masyarakat, terutama distribusi hasil pertanian dan mobilitas warga.

“Kami sangat berterima kasih karena pemerintah daerah sudah memperhatikan kebutuhan masyarakat di wilayah ini,” katanya.

Hal senada disampaikan warga Desa Kawela, Petrus Nama Kedang. Ia menilai pembangunan jalan tersebut tidak hanya membantu aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

“Perbaikan jalan ini sangat berarti bagi masyarakat kami, terutama untuk keselamatan dan kelancaran aktivitas ekonomi warga,” ungkap Petrus.

Pemerintah Kabupaten Flores Timur berharap pembangunan ruas jalan Baniona–Kawela–Watodei dapat meningkatkan konektivitas wilayah, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kecamatan Wotan Ulumado dan sekitarnya. Rill/Fredy