
Menteri Luar Negeri Sugiono menjemput langsung warga negara Indonesia (WNI) yang dipulangkan dari Tehran, Iran pada hari ini, Selasa (10/03/2026). Menlu Sugiono menjemput kepulangan mereka di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Kepulangan ini merupakan gelombang pertama proses repatriasi WNI dari Iran di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
"Alhamdulillah pada sore hari ini kita menerima kedatangan saudara-saudara kita yang kembali dari Tehran yang tergabung dalam gelombang pertama proses repatriasi warga negara Indonesia. Sore ini ada 22 saudara-saudara kita yang kembali," ucap Menlu Sugiono.
"Kami mengucapkan selamat datang kembali di tanah air, selamat berkumpul kembali bersama keluarga di bulan yang suci ini," sambungnya.
Menlu Sugiono mengungkapkan bahwa proses pemulangan ini didasari berbagai pertimbangan. Mulai dari situasi keamanan, aturan otoritas setempat, ketersediaan logistik, jalur evakuasi yang memungkinkan.
"Banyak faktor yang menjadi variabel di dalam proses repatriasi ini baik itu situasi keamanan setempat, kemudian aturan yang dikeluarkan oleh otoritas setempat," ucap Menlu.
Menlu Sugiono lalu menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah membantu kelancaran proses repatriasi, termasuk jajaran Kementerian Luar Negeri, KBRI Tehran dan KBRI Baku, serta pemerintah dari negara-negara yang dilalui para WNI saat menempuh jalur darait.
Para WNI yang dipulangkan tersebut, awalnya menempuh jalur darat dari Tehran, Iran menuju Baku, Azerbaijan selama 10 jam. Setelah itu baru diterbangkan ke tanah air.
"Di Indonesia saya mengucapkan terima kasih kepada pihak imigrasi otoritas bandara, kepada Bea Cukai, kepada Polri dan TNI yang juga sudah mendukung sehingga pelaksanaan pemulangan ini bisa berjalan dengan lancar," ucap Menlu Sugiono.
Menlu Sugiono mengatakan pemerintah juga menjadwalkan kedatangan 10 WNI gelombang pertama sisanya dari Iran pada Rabu besok (11/03/2026).
Sejauh ini juga sudah ada 36 WNI yang mendaftarkan diri untuk dipulangkan dalam gelombang kedua repatriasi dari Iran ke Indonesia.
Menlu Sugiono lalu menjelaskan bahwa Pemerintah Indonesia senantiasa berkoordinasi dengan perwakilan-perwakilan Indonesia di Timur Tengah. Komunikasi dilakukan secara intensif mengenai perkembangan situasi dan kondisi terkini.
Komunikasi juga dilakukan oleh perwakilan-perwakilan RI dengan simpul-simpul WNI untuk memastikan kondisi dari waktu ke waktu.
"Hari demi hari, jam demi jam kita lakukan penilaian terhadap situasi dan pada beberapa hari yang lalu saya menyampaikan bahwa jika ada warga negara Indonesia yang ingin segera direpatriasi Kedutaan Besar Republik Indonesia khususnya di Tehran untuk bisa segera melakukan proses repatriasi tersebut," tuturnya. Rill/Red
0Komentar