TUG7Tfz8TUA7GpYpTUYlGUYpBY==

Breaking News:

00 month 0000

Pasokan Air Bersih Aceh Tamiang Mulai Normal Usai SPAM Rantau Beroperasi Kembali

Lk
Font size:
12px
30px
Print

Aceh Tamiang – Pasokan air bersih bagi warga Kabupaten Aceh Tamiang kembali pulih seiring beroperasinya Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) IKK Rantau pascabanjir bandang. Pulihnya fasilitas ini menjadi langkah krusial dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat setempat.

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, meninjau langsung Instalasi Pengolahan Air (IPA) Rantau pada Rabu (31/12) untuk memastikan kualitas layanan. Ia menegaskan bahwa air yang dihasilkan telah memenuhi standar kesehatan.

“Saat ini air sudah mengalir ke reservoir dan sedang diproses. Kualitasnya sudah sesuai standar, jadi secara umum sudah aman,” ujar Dody melalui keterangan resmi, Jumat (2/1).

Dalam tinjauan tersebut, air yang semula keruh kecokelatan tampak menjadi jernih setelah melalui proses filtrasi. Untuk membuktikan kualitasnya, Menteri PU bahkan langsung meminum air dari bak penampungan.

Pemulihan Infrastruktur SPAM IKK Rantau memiliki kapasitas 40 liter per detik yang melayani warga Kecamatan Rantau dan sekitarnya. Sebelumnya, banjir merusak sejumlah komponen vital seperti tanggul IPA, intake, reservoir, hingga sistem pompa dan kelistrikan.

PT Hutama Karya (Persero) mempercepat pemulihan melalui rehabilitasi sistem, optimalisasi pompa, perbaikan mekanikal-elektrikal, serta pembersihan sisa lumpur. Selama masa transisi, dukungan darurat berupa menara tangki air sementara dan genset juga disiagakan agar layanan tidak terputus.

Respons Terhadap Harga Air Di sela peninjauan, warga mengeluhkan tingginya harga air tangki swasta yang sempat menembus Rp2,7 juta akibat kelangkaan pasokan selama banjir. Menanggapi hal itu, Menteri PU sempat berkelakar dengan warga mengenai tarif air dari pemerintah.

Pemerintah berkomitmen melanjutkan rehabilitasi dan rekonstruksi permanen pada infrastruktur intake dan distribusi guna menjamin ketahanan air bersih jangka panjang di Aceh Tamiang. Rill/Red

Baca juga:

0Komentar

ads banner
ads banner