BIMA, inewsindonesia.com -Tim dosen STKIP Taman Siswa Bima menggelar seminar parenting bagi ibu-ibu pasca pernikahan dini di Sekolah Perempuan UMMA, Desa Parangina, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas pengasuhan anak sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan muda.
Seminar yang berlangsung di Kantor Desa Parangina itu dihadiri oleh Camat Sape, Kepala Desa Parangina, pengurus PKK, kader posyandu, serta peserta dari Sekolah Perempuan UMMA.
Kehadiran berbagai unsur pemerintah dan masyarakat menunjukkan dukungan terhadap peningkatan kualitas kehidupan keluarga dan pemberdayaan perempuan di wilayah tersebut.
Ketua Tim Pengabdian STKIP Taman Siswa Bima, Sri Lastuti, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai melalui hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dalam skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM).
Menurutnya, program tersebut dirancang untuk memberikan pendampingan berkelanjutan kepada ibu-ibu muda pasca pernikahan dini, baik dalam aspek pengasuhan anak maupun penguatan ekonomi keluarga.
"Keluarga merupakan sekolah pertama dan utama bagi anak. Peran seorang ibu sangat menentukan tumbuh kembang anak, pembentukan karakter, serta kualitas generasi mendatang. Di sisi lain, ibu-ibu muda pasca pernikahan dini menghadapi tantangan yang tidak mudah karena harus menjalankan peran sebagai pendidik dalam keluarga sekaligus mengelola ekonomi rumah tangga," ujar Sri Lastuti.
Ia menambahkan, melalui kegiatan pengabdian ini, STKIP Taman Siswa Bima berupaya menghadirkan ruang belajar dan pemberdayaan melalui penguatan literasi parenting serta pengembangan keterampilan kewirausahaan.
"Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran, kepercayaan diri, serta semangat untuk terus belajar, berkarya, dan berkontribusi bagi keluarga maupun masyarakat," katanya.
Seminar parenting menjadi tahapan awal dari rangkaian program pemberdayaan yang dilaksanakan secara bertahap. Setelah seminar, peserta mendapatkan pendampingan parenting selama dua minggu guna memperkuat pemahaman mengenai pola asuh positif yang mendukung tumbuh kembang anak.
Selanjutnya, tim pengabdian memberikan pelatihan dan pendampingan kewirausahaan yang mencakup motivasi berwirausaha, pemilihan bahan baku berkualitas, standar pengemasan, penentuan harga, hingga teknik pemasaran. Peserta juga mengikuti praktik pembuatan berbagai produk camilan berbahan dasar ikan, memanfaatkan potensi perikanan yang melimpah di Kecamatan Sape.
Program tersebut dilanjutkan dengan pendampingan usaha, monitoring, dan evaluasi guna memastikan keberlanjutan hasil kegiatan serta penerapan keterampilan yang telah diperoleh peserta.
Camat Sape, H. Anwar H. Ishaka, S.Sos., menyampaikan apresiasinya atas kontribusi STKIP Taman Siswa Bima dalam mendampingi masyarakat, khususnya perempuan muda yang menikah pada usia dini.
Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi modal penting dalam mewujudkan keluarga yang sejahtera dan berkualitas.
Ia juga berharap pola pengasuhan anak dapat disesuaikan dengan nilai-nilai dan teladan yang diajarkan dalam ajaran Islam.
Senada dengan itu, Pendiri Sekolah Perempuan UMMA Parangina berharap program tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi peserta serta mendorong tumbuhnya kemandirian perempuan melalui peningkatan pengetahuan pengasuhan dan keterampilan berwirausaha.
Melalui program ini, STKIP Taman Siswa Bima menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Pendekatan yang mengintegrasikan penguatan literasi parenting dan pemberdayaan ekonomi diharapkan dapat menjadi salah satu upaya membangun keluarga yang tangguh serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Rill/Red




0Komentar