TUG7Tfz8TUA7GpYpTUYlGUYpBY==

Breaking News:

00 month 0000

Aktivis Politik Lala Komalawati: Demo 25 Agustus Harus Jadi Suara Aspirasi Rakyat, Bukan Kericuhan

Lk
Font size:
12px
30px
Print

Lala Komalawati

Jakarta, iNewsindonesia.com - Aksi demonstrasi yang disebut-sebut akan berlangsung pada 25 Agustus besok. Publik ramai memperbincangkan tujuan dan potensi dampaknya. Aktivis politik Lala Komalawati memberikan tanggapannya mengenai rencana aksi tersebut.

Menurut Lala, demonstrasi adalah hak konstitusional setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat. Namun ia menekankan bahwa aksi harus dilakukan secara damai, tertib, dan tidak merugikan masyarakat luas.

Demo adalah cara rakyat menyampaikan aspirasi, tapi jangan sampai berubah jadi kericuhan yang justru merugikan semua pihak. Suara rakyat harus terdengar jelas, bukan tertutup oleh tindakan anarkis,” ujar Lala.

Lala menambahkan bahwa pemerintah maupun aparat sebaiknya membuka ruang dialog agar tuntutan masyarakat bisa ditangani dengan bijak. Baginya, benturan fisik atau kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah, justru memperdalam jurang antara rakyat dan penguasa.

“Saya berharap pemerintah tidak alergi kritik. Aspirasi rakyat harus didengar, karena demo lahir dari keresahan yang nyata. Jika ditanggapi dengan dialog dan kebijakan yang berpihak pada rakyat, situasi akan jauh lebih baik,” tegasnya.

Harapan Lala Komalawati

Sebagai aktivis politik, Lala berharap aksi 25 Agustus bisa menjadi momentum bagi masyarakat untuk menyuarakan harapan secara bermartabat, sekaligus menjadi refleksi bagi wakil rakyat agar lebih peka terhadap kondisi sosial dan ekonomi yang sedang terjadi.

“Harapan saya, demo ini benar-benar menjadi pengingat bahwa rakyat butuh perhatian nyata. Jangan biarkan suara mereka hilang begitu saja. Saat rakyat turun ke jalan, itu artinya ada hal serius yang perlu segera dijawab dengan kerja nyata,” pungkas Lala. Rill/Red

Baca juga:

0Komentar

ads banner
ads banner