Aceh Timur, inewsindonesia.com - PT Medco E&P Malaka (Medco E&P) bersama Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) mengambil langkah nyata dalam membantu pemulihan masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Timur.
Sebagai bentuk dukungan, Medco E&P menyalurkan total 1,13 juta liter air bersih kepada warga di 56 desa yang tersebar di lima kecamatan, menyusul banjir yang mengganggu akses masyarakat terhadap air bersih.
Pendistribusian air bersih telah dimulai sejak 3 Desember 2025, menggunakan empat unit mobil tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter.
Lima kecamatan yang menjadi sasaran bantuan meliputi Julok, Simpang Ulim, Pante Bidari, Nurussalam, dan Peureulak, yang merupakan wilayah dengan dampak banjir cukup signifikan.
Bantuan ini diberikan karena banyak sumur dan sumber air alami warga belum dapat dimanfaatkan akibat kontaminasi dan kerusakan pascabanjir, sehingga distribusi air bersih menjadi kebutuhan mendesak.
Senior Manager Communication Medco E&P, Leony Lervyn, menyatakan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat hingga pemulihan.
“Distribusi air bersih ini ditujukan untuk membantu warga di 56 desa yang mengalami keterbatasan akses air bersih, yang berdampak pada kesehatan dan aktivitas sehari-hari. Kami berharap bantuan ini dapat membantu masyarakat kembali beraktivitas normal pada masa pemulihan pascabanjir,” ujar Leony. Rabu (04/02).
Ia juga menegaskan komitmen Medco E&P untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana.
“Kami berkomitmen mendukung upaya penanganan bencana sesuai kebijakan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur. Kami juga berterima kasih atas dukungan pemerintah dan masyarakat sehingga perusahaan dapat terus beroperasi dengan baik,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Alfarlaky, menyampaikan apresiasinya kepada Medco E&P Malaka atas kontribusinya sejak masa tanggap darurat hingga tahap pemulihan.
“Bantuan dari Medco E&P Malaka menjadi salah satu kontribusi terbesar pada masa tanggap darurat dan dilanjutkan pada tahap pemulihan. Kami berharap ini dapat mendorong pihak lain untuk ikut berkontribusi membantu Aceh Timur bangkit,” kata Iskandar. Rill/Red
Wartawan: Malahayati

0Komentar