Jakarta, inewsindonesia.com - Kaukus Muda Anti Korupsi (KAMAKSI) mengapresiasi sejumlah capaian PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro dalam pengembangan infrastruktur perkotaan, transportasi publik, optimalisasi aset strategis daerah, serta upaya memperkuat peran perusahaan dalam mendukung Jakarta sebagai kota global.
KAMAKSI menilai, capaian tersebut merupakan bagian penting dari upaya mendorong pembangunan Jakarta yang modern, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Namun, setiap prestasi perusahaan daerah juga perlu diiringi dengan transparansi, akuntabilitas, efisiensi anggaran, dan manfaat nyata bagi warga.
Salah satu capaian yang patut dicermati adalah keberhasilan Jakpro meraih dua penghargaan dalam ajang Indonesia Top Achievements of the Year (ITAY) 2026, yakni Urban Mass Transportation Infrastructure Excellence Award 2026 dan Transformational Leadership in Urban Infrastructure Award 2026. Penghargaan tersebut diberikan dalam kategori korporasi dan kepemimpinan pada 23 Februari 2026.
Selain itu, pada Mei 2026, Jakpro meraih penghargaan kategori Key Element of Marketing untuk sektor jasa infrastruktur dalam ajang BUMN Entrepreneurial Marketing Awards 2026.
Capaian ini menjadi salah satu indikator pengakuan terhadap pendekatan pemasaran dan pengelolaan perusahaan di sektor infrastruktur.
LRT Jakarta dan Penguatan Konektivitas Kota
Perkembangan pembangunan LRT Jakarta, khususnya lintas Velodrome–Manggarai, juga menjadi perhatian KAMAKSI. Berdasarkan keterangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada 13 Agustus 2026, progres konstruksi lintas tersebut telah mencapai 97,9 persen hingga minggu keempat Juli 2026.
Jalur sepanjang 6,4 kilometer itu merupakan bagian dari jaringan Kelapa Gading–Manggarai sepanjang 12,2 kilometer.
Kehadirannya diharapkan memperkuat konektivitas Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan pusat kota, sekaligus mempermudah integrasi dengan Transjakarta, KRL Commuter Line, dan Kereta Api Bandara.
KAMAKSI memandang pembangunan transportasi publik harus dinilai bukan hanya berdasarkan progres konstruksi, tetapi juga berdasarkan keselamatan, ketepatan waktu, keterjangkauan tarif, aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, dan kualitas layanan setelah beroperasi.
Optimalisasi JIS dan Aset Strategis Daerah
Di bidang pengelolaan aset, langkah Jakpro menjajaki komersialisasi hak penamaan atau naming rights Jakarta International Stadium (JIS) pada Juni 2026 patut menjadi perhatian. Upaya ini berpotensi membuka sumber pendapatan non-tiket dan memperluas kemitraan dengan sektor swasta.
KAMAKSI menilai, optimalisasi aset milik daerah perlu dilaksanakan secara profesional dan terukur. Proses pemilihan mitra harus transparan, memiliki dasar penilaian yang dapat dipertanggungjawabkan, serta menjamin bahwa manfaat ekonomi yang diperoleh sebanding dengan nilai dan kepentingan publik atas aset tersebut.
KAMAKSI: Prestasi Harus Berdampak bagi Masyarakat
Ketua Umum KAMAKSI, Joko Priyoski, menegaskan bahwa apresiasi terhadap capaian BUMD harus berjalan seiring dengan pengawasan publik.
“KAMAKSI mengapresiasi capaian dan berbagai langkah transformasi yang dilakukan Jakpro. Pengembangan transportasi publik, pengelolaan aset strategis, dan penguatan infrastruktur perkotaan merupakan agenda penting bagi masa depan Jakarta. Kami berharap capaian tersebut terus ditingkatkan agar memberikan manfaat yang semakin nyata bagi masyarakat,” demikian pernyataan Joko Priyoski.
Ia juga menekankan pentingnya menjadikan penghargaan sebagai motivasi untuk meningkatkan kinerja, bukan sebagai satu-satunya tolok ukur keberhasilan perusahaan.
“Bagi KAMAKSI, prestasi sebuah BUMD tidak cukup diukur dari banyaknya penghargaan atau besarnya proyek yang dikerjakan. Ukuran yang tidak kalah penting adalah kualitas pelayanan publik, efisiensi penggunaan anggaran, kesehatan keuangan perusahaan, kontribusi terhadap pendapatan daerah, serta keterbukaan dalam mempertanggungjawabkan setiap kebijakan dan kegiatan usaha,” ucap Joko.
KAMAKSI Dorong Transparansi dan Akuntabilitas
Sebagai bagian dari komitmen terhadap pengawasan publik dan pemberantasan korupsi, KAMAKSI mendorong Jakpro untuk terus memperkuat penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).
Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian antara lain keterbukaan informasi mengenai progres proyek strategis, pelaporan kinerja keuangan, pengelolaan risiko, proses pengadaan barang dan jasa, serta evaluasi manfaat ekonomi dan sosial dari setiap investasi.
KAMAKSI juga berharap sinergi antara Jakpro dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat terus diperkuat agar pembangunan infrastruktur tidak hanya meningkatkan daya saing Jakarta, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap transportasi yang aman, nyaman, terjangkau, dan inklusif.
“Apresiasi dan pengawasan bukanlah dua hal yang bertentangan. Justru keduanya harus berjalan beriringan. Kami mendukung setiap langkah pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat, sekaligus mendorong agar seluruh prosesnya dilaksanakan secara transparan, profesional, dan akuntabel,” tegas Joko Priyoski Ketua Umum KAMAKSI.
KAMAKSI menegaskan akan terus mendorong budaya tata kelola yang bersih dan bertanggung jawab di lingkungan badan usaha milik daerah.
Dengan demikian, setiap capaian Jakpro diharapkan tidak berhenti pada pengakuan atau penghargaan, tetapi berlanjut menjadi peningkatan kualitas pelayanan, penguatan ekonomi daerah, dan manfaat yang dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat Jakarta. Rill/Red

0Komentar