TUG7Tfz8TUA7GpYpTUYlGUYpBY==

Breaking News:

00 month 0000

Jembatan Krueng Tingkeum Beroperasi Pascabencana, Jalur Logistik Aceh—Sumut Kembali Normal

Lk
Font size:
12px
30px
Print

 

Bireuen, 21 September 2026 —  Jalur logistik yang menghubungkan Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) maupun sebaliknya, kembali normal. Hal ini berkat selesainya pembangunan Jembatan permanen Krueng Tingkeum di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Aceh.

Jembatan ini kembali dibuka untuk lalu lintas umum pada Minggu (20/9). Beroperasinya jembatan tersebut memulihkan konektivitas jalan nasional Banda Aceh–Medan sekaligus memperlancar jalur distribusi logistik antara Aceh dan Sumatera Utara.

Kendaraan kini dapat melintasi dua lajur pada jembatan baru tanpa bergantung pada sistem buka-tutup yang sebelumnya diterapkan di jembatan Bailey. Kelancaran akses tersebut diharapkan mempercepat distribusi kebutuhan masyarakat, hasil pertanian, dan berbagai komoditas ekonomi dari dan menuju Bireuen.

Bupati Bireuen Mukhlis mengatakan beroperasinya jembatan tersebut menjadi bagian penting dari pemulihan infrastruktur dan perekonomian setelah bencana hidrometeorologi melanda daerah itu pada November 2025.

“Dengan dibukanya Jembatan Krueng Tingkeum ini, kita berharap dapat membangkitkan kembali perekonomian masyarakat Kabupaten Bireuen dan Aceh yang sangat terdampak akibat bencana,” ujar Mukhlis, dikutip dari situs resmi Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Satgas PRR) Sumatera, Senin (21/9).

Jembatan Krueng Tingkeum mengalami kerusakan akibat banjir pada 26 November 2025. Kerusakan tersebut sempat mengganggu arus kendaraan pada salah satu koridor utama pergerakan orang dan barang di lintas timur Aceh.

Sempat Dipasang Jembatan Darurat Bailey

Untuk menjaga konektivitas selama pembangunan jembatan permanen, pemerintah memasang jembatan Bailey yang mulai difungsikan pada 27 Desember 2025 atau satu bulan setelah bencana. 

Akses sementara tersebut menjaga arus lalu lintas tetap berjalan, meski penggunaannya memerlukan pengaturan kendaraan secara bergantian sehingga antrean masih terjadi ketika volume lalu lintas meningkat.

Jembatan permanen yang kini beroperasi memiliki panjang 149,7 meter dengan struktur baja girder. Pembangunannya dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh sebagai bagian dari penanganan permanen infrastruktur strategis pascabencana.

“Untuk memulihkan kembali jalur logistik, kita bangun Jembatan Krueng Tingkeum Kutablang ini. Secara teknis, desain dan konstruksinya sudah dijaga rekan-rekan BPJN Aceh terkait mutu dan sudah diuji beban,” kata Direktur Jembatan Kementerian Pekerjaan Umum Gatot Sukmana.

Setelah lalu lintas dialihkan ke jembatan baru, pemerintah akan melanjutkan perbaikan jembatan lama yang sebelumnya tersambung dengan struktur Bailey. Penanganan tersebut diperlukan untuk memperkuat kapasitas dan keandalan jalur nasional Banda Aceh–Medan dalam jangka panjang.

Kolaborasi lintas instansi memastikan konektivitas tetap terjaga sejak tahap penanganan darurat hingga jembatan permanen dapat dioperasikan.

Kembali beroperasinya Jembatan Krueng Tingkeum menandai peralihan dari penanganan sementara menuju pemulihan permanen. Selain memberikan kepastian perjalanan bagi masyarakat, akses tersebut diharapkan memperkuat arus perdagangan dan mempercepat kebangkitan ekonomi wilayah terdampak. Rill/Red

Baca juga:

0Komentar

ads banner