Brebes, 18 September 2026 – Program 3 Juta Rumah telah resmi ditetapkan sebagai salah satu dari 77 Proyek Strategis Nasional (PSN) periode 2025–2029 untuk memperluas akses hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Komitmen pemerintah ini diperkuat melalui skema Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP).
Memasuki 2026, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama BP Tapera menargetkan peningkatan penyaluran dari 220.000 unit menjadi 350.000 unit rumah. Per 11 September 2026 telah terealisasi sebanyak 148.508 unit rumah senilai Rp 18,47 triliun dengan skema suku bunga tetap, yakni 5% untuk rumah tapak dan 6% untuk rumah subsidi.
Dampak nyata dari perluasan akses pembiayaan ini dirasakan langsung oleh Ahmad Yasin (30 tahun), kurir paket asal Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Yasin yang telah bekerja selama empat tahun berhasil mewujudkan mimpinya memiliki rumah pertama di Komplek Grand Amarta, Brebes. Sebelum mendapatkan KPR FLPP, ia dan istrinya sempat tinggal di rumah orang tua lalu berpindah ke rumah kontrakan demi wujudkan mimpinya memiliki rumah sendiri.
"Awalnya saya tahu info rumah ini pas lagi keliling mengantar paket. Saya tanya-tanya ke pemilik rumah yang sudah ada, lalu cari tahu di internet. Sebelumnya belum pernah kebayang, tapi pas menikah memang impian setiap pasangan ingin punya rumah sendiri," kata Yasin.
Proses pengajuan KPR FLPP yang terjangkau serta pendampingan sistem pembiayaan yang mudah menjadi faktor kunci yang membantu Yasin meraih hunian bersubsidi tersebut. Setelah menempati rumah barunya selama hampir satu tahun bersama istri dan anaknya, Yasin merasakan perubahan signifikan dalam kenyamanan dan kualitas hidup.
"Kendalanya sih tidak ada. Malah kita lebih enak memiliki rumah sendiri, lebih tenang bercengkerama bersama keluarga setelah pulang bekerja," kata dia.
Kemandirian Ekonomi dan Harapan Bagi Generasi Muda
Keberadaan rumah bersubsidi ini memberikan ruang aktivitas baru bagi Yasin dan keluarga. Di halaman rumah pertamanya, ia dapat menyalurkan hobi bercocok tanam dengan memelihara berbagai tanaman buah dan sayur, mulai dari kemangi, pepaya, cabai, terong, hingga anggur dan kelengkeng.
Langkah Yasin menjadi bukti bahwa profesi di sektor jasa pengiriman maupun pekerja informal tetap memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan hunian layak melalui dukungan fasilitas pemerintah. Ia pun memberikan dorongan semangat bagi sesama anak muda yang sekarang merasa resah akan sulitnya memiliki rumah di tengah kenaikan harga hunian properti.
"Untuk anak muda, yang penting kita menyisihkan sedikit uang gaji atau tabungan kita untuk bisa memiliki rumah sendiri. Dengan program ini semuanya jadi lebih terjangkau," jelas Yasin.
Atas kemudahan akses yang diterimanya, Yasin menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah atas keberlanjutan program pembiayaan rumah subsidi yang menurutnya sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kecil.
"Terima kasih kepada Bapak Presiden (Prabowo Subianto) yang sudah menyediakan perumahan KPR ini. Program ini sangat berguna bagi kami," tutur Yasin.
Kisah dedikasi Ahmad Yasin dalam mewujudkan impian hunian pertamanya melalui KPR FLPP dapat disaksikan selengkapnya hanya dalam program Podcast Sinergi Indonesia di YouTube Badan Komunikasi Pemerintah RI. Rill/Red
Generasi Muda dan Pekerja Informal Raih Rumah Impian Berkat Program FLPP
Lk
Font size:
12px
Baca juga:

0Komentar