Jakarta,
12 Mei 2026 — Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan
menyatakan negaranya ingin memperbarui kerja sama segitiga ekonomi
Singapura-Johor-Riau atau “Sijori” bersama Indonesia dan Malaysia. Hal
ini demi memperkuat investasi, konektivitas, hingga pengembangan ekonomi
digital dan hijau di kawasan.
“Kami juga sedang mencari peluang
agar Singapura dan Indonesia bisa bekerja lebih erat bersama Malaysia,
misalnya melalui pembaruan kerja sama Singapore-Johor-Riau Island yang
dulu kami sebut sebagai Sijori,” ujar Vivian usai mengikuti pertemuan
bilateral dengan Menteri Luar Negeri RI Sugiono di Gedung Pancasila,
Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Selasa (12/5).
Sijori adalah
bentuk kerja sama ekonomi yang digagas Singapura, Malaysia, dan
Indonesia. Kepulauan Riau yang masuk dalam area Sijori adalah Batam,
Bintan, dan Karimun (BKK).
Penguatan konektivitas di Sijori lewat
fiber optik, sektor energi, dan infrastruktur fisik sudah sejak lama
jadi pembahasan demi meningkatkan nilai tambah ekonomi lewat investasi.
Ia
pun menilai sejumlah proyek bilateral antara Indonesia dan Singapura
saat ini terus menunjukkan perkembangan positif. Ia mencontohkan
pengembangan Nongsa Digital Park di Batam serta Kendal Industrial Park
di Jawa Tengah.
“Kami memiliki proyek bilateral seperti Nongsa
Digital Park di Batam dan Kendal Industrial Park di Jawa Tengah.
Proyek-proyek ini terus berkembang dengan baik dan kami juga melihat
prospek pertumbuhan yang sangat baik, terutama di sektor ekonomi digital
dan ekonomi hijau,” katanya.
Berangkat dari hal tersebut, Vivian
mengatakan Singapura membuka peluang kerja sama lebih luas untuk
membangun keterlibatan (engagements) ekonomi dengan berbagai provinsi di
Indonesia. Ia menilai kolaborasi antara Indonesia, Singapura, dan
Malaysia berpotensi memberikan manfaat besar bagi ketiga negara
sekaligus memperkuat integrasi kawasan ASEAN.
“Ini adalah kemitraan yang saya yakini dapat memberikan manfaat luar biasa bagi ketiga negara,” ujar dia.
Selain
investasi industri dan digital, Singapura juga berharap adanya
peningkatan investasi di sektor konektivitas transportasi, proyek
digital, hingga realisasi ASEAN Power Grid atau jaringan listrik
terintegrasi ASEAN.
Vivian secara khusus menyoroti besarnya potensi energi Indonesia, mulai dari tenaga surya, panas bumi, hingga hidroelektrik.
“Indonesia
memiliki potensi yang sangat besar di sektor energi, baik tenaga surya,
panas bumi, maupun hidroelektrik. Bahkan saya melihat Indonesia sebagai
negara adidaya di sektor energi,” ucapnya.
Menurut Vivian,
tantangan utama saat ini adalah memastikan arus investasi dapat masuk
sehingga proyek-proyek strategis tersebut dapat direalisasikan. Vivian
menilai potensi energi Indonesia dapat saling melengkapi dengan posisi
Singapura sebagai pusat regional untuk teknologi dan pembiayaan
infrastruktur.
“Kami percaya perkembangan ekonomi Indonesia dan
potensi energi Indonesia yang melimpah akan melengkapi peran Singapura
sebagai pusat regional untuk teknologi dan pembiayaan infrastruktur. Ini
akan menjadi bentuk sinergi yang sangat berarti bagi kedua negara,”
kata dia.
Pada kesempatan itu, Menlu RI Sugiono mengatakan kedua
negara sepakat memperluas kerja sama di bidang agribisnis dan teknologi.
Baik Indonesia maupun Singapura berkomitmen untuk menciptakan lapangan
kerja yang layak dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
“Dalam
kerja sama industri, kami akan melanjutkan keberhasilan kawasan industri
Batam, Bintan, Karimun, dan Kendal. Serta menjajaki perluasan kawasan
industri berkelanjutan bersama,” Kata Sugiono. Rill/Red
Dorong Pertumbuhan Kawasan, Singapura Usul Perbarui Segitiga Ekonomi dengan RI dan Malaysia
Lk
Font size:
12px
Baca juga:

0Komentar