Bogor, inewsindonesia.com - katan Guru Indonesia (IGI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus pusat masa bakti 2026–2031 di Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (17/4/2026).

Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi para pendidik dari berbagai daerah di Indonesia untuk merumuskan arah kebijakan organisasi dalam merespons dinamika pendidikan nasional yang terus berkembang.

Rakernas tersebut dihadiri oleh perwakilan pengurus daerah dari seluruh Indonesia, serta menjadi momentum penting dalam menyatukan visi organisasi untuk memperkuat peran guru sebagai garda terdepan dalam pembangunan sumber daya manusia.

Ketua Umum IGI Pusat, Danang Hidayatullah, menegaskan bahwa rakernas bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan ruang refleksi sekaligus perumusan langkah konkret dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan saat ini.

Menurut Danang, kebijakan pendidikan yang terus berubah menuntut kesiapan guru untuk beradaptasi, baik dari sisi kompetensi, profesionalisme, maupun ketahanan dalam menghadapi berbagai tekanan di lapangan.

Oleh karena itu, IGI hadir sebagai wadah untuk memperjuangkan kepentingan guru sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan nasional.

“Rekomendasi yang dihasilkan mencakup rekomendasi internal organisasi maupun rekomendasi dalam menyikapi kebijakan nasional. Ini menjadi bentuk komitmen IGI dalam mengawal arah pendidikan di Indonesia,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, sejumlah isu strategis menjadi fokus pembahasan, di antaranya kesejahteraan guru, peningkatan kompetensi, serta perlindungan profesi guru.

Ketiga isu ini dinilai menjadi fondasi utama dalam menciptakan sistem pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.

Danang menekankan bahwa kesejahteraan guru masih menjadi persoalan mendesak yang harus mendapat perhatian serius dari pemerintah. Menurut dia, tanpa jaminan kesejahteraan yang memadai, sulit bagi guru untuk bekerja secara optimal dalam mendidik generasi bangsa.

“Motivasi dan semangat kerja guru sangat dipengaruhi oleh sejauh mana negara hadir dalam menjamin kesejahteraan mereka. Guru adalah ujung tombak pendidikan, sehingga sudah sepatutnya mendapat perhatian yang layak,” kata dia.

Selain itu, peningkatan kompetensi guru juga menjadi perhatian penting dalam rakernas.

Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan metode pembelajaran, guru dituntut untuk terus berinovasi agar proses belajar mengajar tetap relevan dengan kebutuhan zaman.

IGI, lanjut Danang, berkomitmen untuk terus mendorong pelatihan, pendampingan, serta penguatan kapasitas guru di seluruh Indonesia.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan kualitas pendidikan tidak tertinggal, terutama di daerah-daerah yang masih menghadapi keterbatasan akses dan fasilitas.

Pada kesempatan yang sama, IGI juga secara resmi melantik jajaran pengurus pusat baru untuk periode 2026–2031.

Pelantikan ini menjadi bagian dari regenerasi kepemimpinan organisasi sekaligus upaya memperkuat struktur kelembagaan IGI di tingkat nasional.

Salah satu sosok yang dipercaya masuk dalam jajaran pengurus pusat adalah Fransiskus Xaverius Berek, yang mewakili Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Penunjukan ini tertuang dalam Surat Keputusan Ketua Umum Pengurus Pusat IGI Nomor: 009/PP/KEP/0/II/2026.

Fransiskus bukanlah sosok baru dalam organisasi IGI. Ia pernah menjabat sebagai Ketua IGI Kabupaten Flores Timur periode 2018–2020 dan kini dipercaya sebagai pembina IGI Flores Timur. Selain aktif dalam organisasi, ia juga menjabat sebagai kepala sekolah di SMPK St. Isidorus Lewotala.

Dalam struktur kepengurusan pusat, Fransiskus ditunjuk sebagai Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi, sebuah posisi strategis yang berperan dalam penguatan kelembagaan serta pembinaan kader organisasi di seluruh Indonesia.

Dalam keterangannya, Fransiskus menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk mengemban amanah di tingkat nasional.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk membawa semangat perubahan dari daerah ke tingkat pusat.

“Saya bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan dan Lewotana atas mandat ini. Ini adalah kepercayaan besar dari organisasi yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran IGI di daerah, khususnya di Flores Timur, dalam mendorong perubahan nyata di sektor pendidikan.

“Ikatan Guru Indonesia Flores Timur harus terus tergerak, selalu bergerak, dan berdampak bagi pendidikan di Flores Timur. Semoga amanah ini menjadi langkah besar dalam menggerakkan perubahan pendidikan, memperkuat kolaborasi guru, serta menghadirkan inovasi pembelajaran yang berdampak luas bagi generasi masa depan,” katanya.

Menurut Fransiskus, kolaborasi antar-guru menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat dan progresif.

Ia menilai bahwa tantangan pendidikan tidak dapat diselesaikan secara individu, melainkan membutuhkan kerja sama lintas daerah dan lintas disiplin.

Rakernas IGI 2026 ini diharapkan tidak hanya menghasilkan dokumen rekomendasi, tetapi juga langkah konkret yang dapat diimplementasikan di berbagai daerah.

Dengan demikian, peran IGI sebagai organisasi profesi guru dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh para pendidik di seluruh Indonesia.

Melalui forum ini, IGI menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun sistem pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkeadilan, demi mencetak generasi masa depan yang unggul dan berdaya saing. Rill/Fredy