Mandailing Natal, inewsindonesia.com - Keluarga korban pengeroyokan dan pembacokan yang terjadi pada Sabtu, 22 November 2025 sekitar pukul 16.00 WIB di Desa Sihepeng Opat, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, mendesak Polres Madina segera menangkap pelaku.
Menurut keterangan keluarga, kejadian tersebut telah dilaporkan ke Mapolres Mandailing Natal pada Minggu, 23 November 2025 dengan nomor laporan: STTLP/8/433/XI/2025/SPKT/Polres Mandailing Natal/Polda Sumatera Utara.
Kronologi Kejadian
Korban bernama Makrus (30) saat itu baru pulang membeli obat untuk anaknya yang sedang sakit dari apotik terdekat.
Dalam kondisi hujan gerimis, korban hendak memasuki gang menuju rumahnya.
Sebelum tiba di rumah, korban mendengar jeritan keras seorang anak dari gang sebelah.
Karena penasaran, korban mendatangi sumber suara dan menemukan anak pelaku berinisial B dan anak abang korban sedang berkelahi di depan rumah pelaku, disaksikan oleh pelaku dan istrinya.
Melihat hal tersebut, korban menegur pelaku dengan mengatakan bahwa dirinya mengira tidak ada orang, namun ternyata mereka membiarkan anak-anak berkelahi.
Ucapan tersebut membuat pelaku tersinggung hingga terjadi perkelahian. Pelaku kemudian mencoba menusuk korban dengan pisau yang ia ambil dari pinggangnya, namun korban berhasil menghindar sehingga tusukan tersebut tidak mengenai tubuhnya.
Setelah itu, pelaku pergi. Korban yang hendak pulang memeriksa motornya yang terparkir. Saat berada di depan musholla Desa Sihepeng Opat, pelaku tiba-tiba datang membawa parang dan langsung membacok kepala korban. Dalam kondisi terluka, korban berlari mencari kendaraan untuk dibawa berobat.
Penanganan Medis
Sesampainya di Rumah Sakit Siabu, korban mendapatkan pertolongan pertama. Karena luka yang dialami cukup parah, korban dirujuk ke RSUD Panyabungan.
Namun setelah semalam dirawat, pihak RSUD Panyabungan merujuk korban ke RSUD Bukittinggi karena alat scanner rumah sakit sedang mengalami gangguan.
Pelaku Masih Berkeliaran
Hingga saat ini, pelaku masih belum ditangkap. Pihak keluarga menyebut bahwa pelaku melarikan diri. Rill/Red

0Komentar